Minggu, 05 November 2017

ANTOLOGI SAJAKKU



OJO DUMEH

Empat Kesenangan yang dapat dibanggakan oleh manusia
Bangga kan ilmu
Bangga kan sehat
Bangga kan kedudukan
Bangga kan harta
Kan tetapi …
Semua kesenangan belum tentu jadi ketenangan
Ketenangan kan timbul dengan iman yang kuat
Ketenangan jadi sempurna jikalau…
Ilmu
Sehat
Kedudukan
Harta
Terdasari iman yang kuat.
(Ainul Yaqin)



Surya
(Ainul Yaqin)

Tanpamu hari ‘kan gulita
Tiada riang rindu dan dendam
Setiap kutengok silaumu
Membuatku rasa tiadaarti
                Sungguh riang hamba-hamba
                Bisa tersiarkan punggung
                Di sawah ladang
                Biarpun surya tengah di ubun-ubun
Semangat hamba kian tak tergugat


Tahu
(Ainul Yaqin, 26-04-‘09)
Tiada indah wujud
Kotak persegi panjang dan persegi gupil bahkan kriwilan
Namun begitu
Begitu kuterasa harum, gemrincing lisah di kupingku
Rasa hangat di tubuhmu
Rasa gurih nikmat di lidahku
Tahu
Tahu goreng

Rasa
(Ainul Yaqin, 20-04-‘09)

Tak terasa rasa tak merasa
Sekeliling kita kian mati suri
Orang-orang sibukdengan diri mereka sendiri
Hiraukan sesamanya apalagi
Kehormatan jati diri jadi buruan hati
Tempuh cara apapun wujudkan diri
                Wahai pemimpin-pemimpin negeriku
                Bangsa ini tak butuh pemimpin tak berharga diri
                Bagai tikus-tikus rakus tak berperi
                Sungguh hati pilu rasa mati
                Kala tikus-tikus kantor kikis
                Wahai pemimpin negeriku
                Habis kata biaskan perangaimu

B-ngong
(Ainul Yaqin, 20-04-‘09)

Kelam menyelimuti
Hati kosong
Melankah arah bimbang
Tentukan keinginan hati kecilku
                Sunyi membisik imaji
                Merangsang logimenjawab imaji

Jarum Kehidupan
(Ainul Yaqin, 27-05-‘10)

Detik detak jarum jam
Semakin keras bunyinya
Semakin larut
semakin dingin
kusepuhkan jiwa pada malam
kuserahkan raga di cahya bulan
merajut benang kehidupan
mencari nikmat di dua alam
senantiasa
kepada_Mu
Tuhan
Di detik detak jarum jam
Sepanjang malam

Tauhid
(Ainul Yaqin, 28-05-‘10)

Ajariku akan keluhungan tauhid
Kesejatian memandang hidup
Melaku akukan syariat
Membaeat akukan tarekat
Merasa akukan hakikat
Menyatu akukan makrifat
Tuk temukan fitrahMu
Pada kalbu yang terlanjur hanyut
Di sugai nikmat dunia
Terbawa arus sampai laut nirwana

Zionis
(Ainul Yaqin, 29-05-‘10)

Dunia penuh kekisruhan
Ketegangan padang pasir
Membelah laut merah
Zionis mutlak
Di nas dalam mushaf
Diukir dalam sejarah
Hanya tuhanku penentu
Zaman kodho’ kodar
Ajal hidup mati

Nasib/ Fatalisme
(Ainul Yaqin, 29-05-‘10)

Mereka para cecunguk
Muncul dari kegembiraan
Kesedihan bersama
Pada pemakaman
Kelahiran atau perkawinan
Dari penderitaan bersama
Dalam kemiskinan
Lahan tandus
Upah rendah
Hadirnya veil  diantara kami dan peluang
Memerkosa pikiran kami bersama
Kala tlah matangtuk diungkapkan
Diucapkan dalam ragam bahasa
Sebelum ini
Sebelum pernah melihat kemulyaan
Kedatangan tuhan dalam kendal a/ pertolongan
Fatalisme gelap
Saatnya segala ‘kan diuruskan oleh-Nya

Freedom
(Ainul Yaqin, 30-05-‘10)

Perbudakan dalam memori
Kabur di masa kanak-kanak
Dunia heran
Dunia tak pinta apa-apa
Hanya pengorbanan yang dipermalukan
Paradoks ini tak bisa dipahami
Tenggelam dalam ketakpedulian
Tanpa gairah
Kemalasan
Yang gegabah
Perbudakan hanya citra di masa kecil
Akankah lahir tanpa dan di luar dunia?
Burung bebas dengan sayap lemah
Menggepak terhambat kasta masa muda
Kehidupan berbahaya atas penentangan
Atas segala sesuatu
Bahkan keluhan




Tidak ada komentar:

Posting Komentar