OJO DUMEH
Empat Kesenangan yang dapat dibanggakan oleh manusia
Bangga kan ilmu
Bangga kan sehat
Bangga kan kedudukan
Bangga kan harta
Kan tetapi …
Semua kesenangan belum tentu jadi ketenangan
Ketenangan kan timbul dengan iman yang kuat
Ketenangan jadi sempurna jikalau…
Ilmu
Sehat
Kedudukan
Harta
Terdasari iman yang kuat.
(Ainul Yaqin)
Surya
(Ainul Yaqin)
Tanpamu hari ‘kan gulita
Tiada riang rindu dan dendam
Setiap kutengok silaumu
Membuatku rasa tiadaarti
Sungguh
riang hamba-hamba
Bisa
tersiarkan punggung
Di
sawah ladang
Biarpun
surya tengah di ubun-ubun
Semangat hamba kian tak tergugat
Tahu
(Ainul Yaqin, 26-04-‘09)
Tiada indah wujud
Kotak persegi panjang dan persegi gupil bahkan kriwilan
Namun begitu
Begitu kuterasa harum, gemrincing lisah di kupingku
Rasa hangat di tubuhmu
Rasa gurih nikmat di lidahku
Tahu
Tahu goreng
Rasa
(Ainul
Yaqin, 20-04-‘09)
Tak terasa rasa tak merasa
Sekeliling kita kian mati suri
Orang-orang sibukdengan diri mereka sendiri
Hiraukan sesamanya apalagi
Kehormatan jati diri jadi buruan hati
Tempuh cara apapun wujudkan diri
Wahai
pemimpin-pemimpin negeriku
Bangsa ini tak butuh
pemimpin tak berharga diri
Bagai tikus-tikus
rakus tak berperi
Sungguh hati pilu
rasa mati
Kala tikus-tikus
kantor kikis
Wahai pemimpin
negeriku
Habis kata biaskan
perangaimu
B-ngong
(Ainul
Yaqin, 20-04-‘09)
Kelam menyelimuti
Hati kosong
Melankah arah bimbang
Tentukan keinginan hati kecilku
Sunyi membisik imaji
Merangsang
logimenjawab imaji
Jarum Kehidupan
(Ainul
Yaqin, 27-05-‘10)
Detik detak jarum jam
Semakin keras bunyinya
Semakin larut
semakin dingin
kusepuhkan jiwa pada malam
kuserahkan raga di cahya bulan
merajut benang kehidupan
mencari nikmat di dua alam
senantiasa
kepada_Mu
Tuhan
Di detik detak jarum jam
Sepanjang malam
Tauhid
(Ainul
Yaqin, 28-05-‘10)
Ajariku akan keluhungan tauhid
Kesejatian memandang hidup
Melaku akukan syariat
Membaeat akukan tarekat
Merasa akukan hakikat
Menyatu akukan makrifat
Tuk temukan fitrahMu
Pada kalbu yang terlanjur hanyut
Di sugai nikmat dunia
Terbawa arus sampai laut nirwana
Zionis
(Ainul
Yaqin, 29-05-‘10)
Dunia
penuh kekisruhan
Ketegangan
padang pasir
Membelah
laut merah
Zionis
mutlak
Di nas
dalam mushaf
Diukir
dalam sejarah
Hanya
tuhanku penentu
Zaman
kodho’ kodar
Ajal
hidup mati
Nasib/
Fatalisme
(Ainul
Yaqin, 29-05-‘10)
Mereka para
cecunguk
Muncul dari
kegembiraan
Kesedihan
bersama
Pada
pemakaman
Kelahiran
atau perkawinan
Dari
penderitaan bersama
Dalam
kemiskinan
Lahan tandus
Upah rendah
Hadirnya
veil diantara kami dan peluang
Memerkosa
pikiran kami bersama
Kala tlah
matangtuk diungkapkan
Diucapkan
dalam ragam bahasa
Sebelum ini
Sebelum
pernah melihat kemulyaan
Kedatangan
tuhan dalam kendal a/ pertolongan
Fatalisme
gelap
Saatnya
segala ‘kan diuruskan oleh-Nya
Freedom
(Ainul
Yaqin, 30-05-‘10)
Perbudakan
dalam memori
Kabur di
masa kanak-kanak
Dunia heran
Dunia tak
pinta apa-apa
Hanya
pengorbanan yang dipermalukan
Paradoks ini
tak bisa dipahami
Tenggelam
dalam ketakpedulian
Tanpa gairah
Kemalasan
Yang gegabah
Perbudakan
hanya citra di masa kecil
Akankah
lahir tanpa dan di luar dunia?
Burung bebas
dengan sayap lemah
Menggepak
terhambat kasta masa muda
Kehidupan
berbahaya atas penentangan
Atas segala
sesuatu
Bahkan
keluhan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar