Jumat, 03 Agustus 2018

Belajar


BAB I
PENDAHULUAN
A.      LATAR BELAKANG
                 Pendidikan adalah serangkaian proses yang menjadikan seseorang mulanya tidak mengerti menjadi mengerti, tidak tahu menjadi tahu, tidak bisa menjadi bisa dan seterusnya.Oleh karena itu sebagai bahan evaluasi maka diperlukan  adanya tes atau ujian maupun non tes baik yang bersifat kognitif maupun psikomotor.
                 Ujian atau tes adalah salah satu cara untuk mengetahui sejauh mana perkembangan peserta didik dalam menerima materi dari guru, baik dalam hal kognitifafektif, maupu dalam psikomotornya. Untuk dapat mengetahui kemampuan peserta didik dengan metode ini maka diperlukan juga pra syarat  dan teknik pelaksanaan yang praktis agar hasil yang diharapkan dapat tercapai. Selama tribulan ketiga ajaran 2017/2018, sudah waktunya diselenggarakanlah kegiatan Penilaian Tengah Semester pada Semester ini.
B.       DASAR HUKUM
1.    Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah; Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2008 tentang Standar Proses Pendidikan Kesetaraan Program Paket A, Program Paket B, dan Program Paket C; Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2013 tentang tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik dari Satuan Pendidikan dan Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan dan Ujian Nasional.
2.    Keputusan hasil rapat Dewan Guru MA. ROUDLOTUL ULUM Mojoduwur pada tanggal 23 Januari 2018, tentang kepanitiaan dan pelaksanaan kegiatan Penilaian Tengah Semester Genap Ajaran 2017/2018.
C.      TUJUAN KEGIATAN
1.    Mengetahui perkembangan kemampuan peserta didik
2.    Memotifasi peserta didik supaya lebih tekun dalam belajar
3.    Menyelenggarakan Penilaian Tengah Semester secara kontinyu
4.    Terselenggaranya Penilaian Tengah Semester yang tertib administrasi



BAB II
ISI PROGRAM
A.      NAMA KEGIATAN
Kegiatan yang dimaksud dalam program ini adalah KEGIATAN PENILAIAN TENGAH SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2017/2018 MA. ROUDLOTUL ULUM MOJODUWUR.
B.       PENYELENGGARAAN
Kegiatan penyelenggaraan Penilaian Tengah Semester Tahun Pelajaran 2017/2018 diselenggarakan oleh panitia:
Ketua                   : Hamidah, S.Ag.
Sekretaris             : M. Muhibulloh,S.Pd
Bendahara            : Siti Ma’rifah, S.Hum
Anggota               : Reni Minarti, S.Pd.
C.      PESERTA
No
Kelas
Laki –laki
Perempuan
Jumlah
1
X
15
26
41
2
XI
16
20
36
3
XII
11
24
35

JUMLAH
42
70
112


D.      WAKTU DAN TEMPAT
Penilaian Tengah Semester ini dilaksanaan lebih kurang selama satu minggu yaitu pada:
tanggal     : 28 Februari s.d 8 Maret 2018
waktu       : pukul 07.00 s.d 13.00
tempat      : ruang kelas, gedung MA. ROUDLOTUL ULUM MOJODUWUR.
E.       RANCANGAN ANGGARAN
NO
URAIAN KEGIATAN
SATUAN/ VOLUME
DEBIT
KREDIT
SALDO
1
PEMASUKAN  DANA BOS
Rp.    988.200,00
2
PENGELUARAN
a.     FOTO COPY NASKAH
300 X 122 X 27
Rp.    988.200,00

JUMLAH
Rp.  988.200,00
Rp.  988.200,00
Rp     0

BAB III
PENUTUP

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT. serta terima kasih atas doa dan partisipasi aktif semua civitas akademik MA. ROUDLOTUL ULUM semoga kegiatan ini terealisasi dengan baik dan lancar. Dengan harapan semoga Allah SWT senantiasa memberikan ridlo dan balasan yang sepadan atas bantuan Anda sekalian.
Sebagai pedoman dan pegangan kegiatan, program kerja ini tentu memiliki kekurangan di berbagai sisinya, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak terkait sehingga menjadi lebih baik lagi.
Demikian program kerja ini kami susun, hal-hal yang sekiranya kurang berkenan dapat dijadikan maklum adanya, sehingga menjadi evaluasi bagi kami.
                                                                                               


Kamis, 11 Januari 2018

edisi ngarsip cerpen



Sekolahku Harapanku



Remang-remang cahaya lampu minyak yang masih menyala menyinari kamar seorang gadis, ya malam ini hujan kembali mengguyur desa kecil yang berada di sebelah timur pelosok kota. Dia adalah Siti Nur Khasanah gadis belia yang masih berusia 12 tahun.
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki menuju kamarnya,
“kok belum tidur to nduk? Bukankah besok kamu sekolah sayang?” ucap mak Eros dengan lembut.
“ya mak sebentar lagi, ini lo mak Siti masih mengerjakan tugas sekolah” jawab Siti dengan sopan.
“ya sudah kalau begitu, kalau sudah selesai cepat tidur ya nak, soalnya ini sudah sangat larut”. “baik mak”.

Mak Eros adalah ibu Siti, beliau adalah sosok ibu yang sangat bersahabat, penyayang  dan sabar.  Siti adalah anak pertama dari 3 bersaudara, adiknya yang pertama berumur 6 tahun, sedangkan adik siti yang paling kecil masih berumur 3 tahun. Keluarga Siti tergolong keluarga yang pas-pasan karena penghasilan bakpaknya yang jauh dari kata cukup. Bapaknya hanya seorang penjual kayu bakar di hutan.

            Keesokan harinya Siti bangun pagi-pagi sekali dengan sangat antusias, karena dia teringat kejadian yang menimpa teman-temannya 3 hari yang lalu. Pada saat itu pagi-pagi sekali hujan sudah turun dan mengguyur desa kecil itu, dan saat itu teman-teman Siti sedang asyik melaksanakan KBM seperti biasa, tiba-tiba bumi bergetar dan terjadi longsor di belakang sekolah. Beruntung kelas Siti hanya terserempet longsoran tanah, jadi teman-teman Siti yang duduk di bagian belakang hanya mengalami luka-luka ringan, dan secepat mungkin siswa-siswa itu dilarikan ke pukesmas setempat untuk mendapatkan pertolongan.

            Pagi itu di sekolah Siti mendapat materi geografi,  yang menyampaikan materi tersebut, adalah guru yang baik, ramah, dan sangat menyatu dengan murid-muridnya. Pak  Toyo namanya.
“baik anak-anak pagi ini kita akan membahas tentang litosfer atau tanah.”
Ucap pak Toyo. Belum sempat pak Toyo menjelaskan tiba-tiba saja Harti, teman sebangku Siti menyela tanpa meminta izin terlebih dahulu.
”Pak kenapa sih daerah kita ini sering terjadi longsor?”
“karena daerah kita ini berada berada di bawah lereng gunung Harti.”
“tapi kan seharusnya gak perlu ada longsor pak! Kasihan kan teman-teman kita yang tertimpa longsor kemarin!”
“iya pak, gimana caranya biar tidak terjadi longsor lagi?” sahut Siti yang langsung nyerocos.
“Siti, Harti nanti pulang sekolah kalian temui bapak di ruang guru ya.”
“baik pak.” Ucap Siti dan Harti bersamaan.

            Harti adalah teman Siti sejak kecil, kebetulan rumah mereka berhimpitan. Sejak mereka lahir hingga sekarang mereka selalu bersama. Terkadang pula orang-orang banyak yang menyebut mereka kembar tetapi berbeda, karena memang sudah seperti saudara kembar.

             Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 WIB. Dan bel sekolahpun sudah berbunyi tet,,,tet,,,tet,,,
“eh Ti jadi ke ruangan pak Toyo ngak?” Tanya Harti kepada Siti.
“ya jadi dong !” “ya udah, yuk kita kesana, ntar keburu siang!”
“iya, ayo.” Jawab Harti dengan semanagat.
Sesampainya mereka di ruang guru, mereka langsung disambut antusias oleh pak Toyo. “As’salamu’alaikum.” Ucap Siti dan Harti bersamaan
“wa’alaikumsalam.” Pak Toyo dengan senang menyambut Siti dan Harti.
“ayo cepat kalian masuk! Ayo duduk-duduk!”
“baik pak.” Ucap Siti dan Harti bersamaan.
“langsung saja ya anak-anak, kalian tadi bertanya kenapa sekolah kita sering tertimpa gempa bukan?” Tanya pak Toyo.
“iya pak, memangnya kenapa? Apakah dari dulu juga sering terjadi gempa seperti ini?” Sitipun mulai ngelambrak.
“begini anak-anak tebing di belakang sekolah kita itu memang sangat tinggi dan curam, seharusnya disana kita melakukan progam reboisasi dan terasering, agar hujan yang turun tidak langsung jatuh ke tanah dan tidak mengakibatkan longsor, apalagi di musim penghujan seperti saat ini pasti sangat rawan terjadi longsor!” tukaspak Toyo panjang-lebar.
“gimana kalau hari Sabtu besok kita adakan penghijauan saja Pak? Nanti kita ajak teman-teman yang lain untuk melakukan penanaman 1.000 pohon di tebing kosong belakang sekolah agar tidak terjadi longsor-longsor lagi di desa kita ini?!” usul Siti dengan semangat.
“oke, aku setuju banget sama usul kamu itu ti!!” ucap Harti tidak kalah semangatnya.
“ide kamu sangat cemerlang siti, saya sangat setuju dengan pemikiran kamu yang segar itu.” Sambut pak Toyo dengan sangat antusias.

            Keesokan harinya di sekolah sudah ada berbagai macam pohon untuk ditanam. Sepulang berdiskusi kemaren mereka bertiga langsung menuju ke ruang kepala sekolah untuk langsung menyampaikan maksud baik mereka. Sontak kepala sekolah menyambut usulan mereka dengan sangat antusias dan gembira, kepala sekolah juga bekerja sama dengan perangkat desa untuk menyemarakkan acara tersebut. Kepala desa juga menyambut acara tersebut dengan sangat senang dan bersemanagat, tak lupa pula kepala desa mengajak warga desa  untuk ikut serta dalam acara tersebut.

            Pagi itu kepala sekolah dan kepala desa memimpin langsung acara penanaman 1000 pohon tersebut. Acara selesai tepat pukul 10.00 WIB. Siti, Harti dan Pak Toyo duduk santai di bawah pohon cengkeh yang amat rindang dan sejuk. Mereka bertiga duduk santai sambil bercengkrama dan menikmati air putih yang segar dan singkong goreng yang dibawa oleh penduduk desa setempat untuk konsumsi peserta penanaman pohon tersebut.
  Alhamdulillah ya anak-anak acara kita bisa berjalan dengan sukses.” Ucap pak Toyo dengan rasa puas dan bangga.
 “iya pak Alhamdulillah, semoga acara ini bisa terus berlangsung hingga generasi yang akan datang ya pak.” Ucap Siti dengan penuh harap.
 “amiin.” Ucap Harti dan pak Toyo mengamini.

            Satu minggu  kemudian teman-teman Siti sudah sembuh, dan mereka bisa menjalani aktivitas mereka seperti biasa. Pohoh-pohon yang mereka tanam mulai tumbuh berkembang. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan bulanpun berganti dengan tahun. Sekarang keadaan sudah berubah seperti  yang diharapkan oleh Siti, Harti dan pak Toyo. Tebing yang dulu tinggi, curam dan gersang. Kini telah penuh dengan pohon-pohon yang rindang dan tentu saja pohon-pohon tersebut menghalangi jatuhnya air hujan ke tanah secara langsung.

 Dan di desa kecil terpelosok tempat siti lahir, bermain, dan menimba ilmu kini tak pernah lagi terdengar berita tentang tanah longsor. Kini warga desa itu juga bisa hidup dengan tenang, tentram dan damai tanpa rasa takut yang menghantui mereka selama ini.

            Akhirnya cita-cita siti selama ini juga tercapai. Kegiatan yang dulu Siti adakan sampai sekarang masih dibudidayakan dan diindahkan oleh masyarakat sekitar. Sekarang Siti menjadi guru keterampilan di tempat ia menimba ilmu dulu. Dan Kini ia merasa sangat bahagia dengan kehidupannya sekarang. Tapi sayang guru yang sangat dihormati dan disayangi Siti harus pergi ke pangkuan-Nya 5 tahun yang lalu karena sakit yang dideritanya selama ini. Tapi Siti tak pernah melupakan jasa dan usahanya selama ini.

            Hartipun sama, ia juga pergi meninggalkan Siti 3 tahun yang lalu untuk mengikuti suaminya yang mendapat tugas dinas di luar kota.Kini Siti berjuang seorang diri untuk terus mengembangkan desa kecil impiannya itu. Berkat usaha Siti pula desa kecil yang penuh dengan kelatarbelakangan itu kini menjadi sebuah desa yang maju dengan sangat pesat dan modern.

Sekarang warga desa itu menjadi orang-orang yang berpendidikan dan mengerti teknologi yang canggih. Dan tak lupa pula kini desa kecil terpelosok itu telah melahirkan banyak generasi-generasi penerus bangsa yang memiliki kemampuan yang amat luar biasa.



Selesai