Senin, 27 Februari 2017

teater



Drama Kolosal Asmaul Husna
Oleh Ainul Yaqin
Dipentaskan dalam malam akhirussanah Yayasan Alhidayah
Menganto Mojowarno Jombang
2016


ASSALAMUALAIKUM WR.WB
SELAMAT MALAM UNDANGAN YANG KAMI HORMATI
INILAH PENAMPILAN KAMI TEATER KOLOSAL ASMAUL HUSNA persembahan SISWA-SISWI MTs. AL-HIDAYAH KETRAMPILAN. INILAH PARA PEMAIN:
FANI                      : KIAI IRAMA
ABI                         : MALIK
ROZIK                    : ROZAK
PUPUT                  : SALMA
ANDRA-ANDRE : ROHMAN-ROHIM
SAYA FIFI             : NARATOR
DAN SANTRI-SANTRI YANG SANGAT BANYAK YANG TIDAK DAPAT KAMI SEBUTKAN SATU PERSATU.

DICERITAKAN, DI SEBUAH DESA YANG BERNAMA AL-HIDAYAH, KECAMATAN AL-HIDAYAH, KABUPATEN AL-HIDAYAH, ADA SEBUAH PONDOK AL-HIDAYAH PULA YANG DIASUH SEORANG DAI ATAU KIAI YANG KONDANG BERNAMA KIAI IRAMA, BELIAU MEMILIKI BANYAK SANTRI DARI BERBAGAI DAERAH. DI SUATU MALAM SANG KIAI MEMANGGIL SEMUA SANTRI UNTUK MENGAJI MENUNJUKKAN BAKATNYA MASING-MASING. INGIN TAHU CRITANYA INILAH TEATER KOLOSAL ASMAU HUSNA, SELAMAT MENYAKSIKAN!
KIAI IRAMA           : Assalamualaikum wr.wb. Seamat malam santri-santriku yang tersayang, alhamduillah pada malam hari ini kita dapat bermuwajahah mengaji bersama dalam keadaan sehat walafiat. Santri tau hari apa sekarang?
SANTRI-SANTRI   : Mboten ngertos yai
KIAI IRAMA           : Hari ini hari Rabo
SANTRI-SANTRI   : OWH….. Yai-Yai
ROZAK                     : Geh pon mesti Yai, dinten niki Rebo kulo kinten enten nopo
KIAI IRAMA           : Geh betul kan, tapi yang pasti hari ini adalah hari spesial.sekarang kita memeringati haflah  akhirusanah Al-Hidayah yang dihadiri oleh wakil bupati dari kabupaten sebelah, yakni kabupaten Jombang.
ROHMAN/HIM    : Owh injeh-injeh Yai, betul-betul-betul kita kan di kabupaten Al-Hidayah.
KIAI IRAMA           : betul-betul-betul, makanya kita sambut meriah dengan menampilkan bakat-bakat santri-santri Al-Hidayah
SANTRI-SANTRI   : injeh yai setuju-setuju-setuju.
ROHMAN/HIM    : Yai kulo saget tampil bahasa inggris …betul-betul-betul
SALMA                    : Ngapunten Yai,kulo geh saget baca puisi lho Yai
SANTRI-SANTRI   : lek namung baca puisi geh gampil yai, kulo-kulo sdoyo malah pon hafal Asmaul Husna Yai
KIAI IRAMA           : Injeh pon, tampilnya akan dipandu narator kita. Tapi sebelum tampil kita awali dengan berdoa baca sholawat burdah, bismillahirrohmanirrokhim maulayashol…..
NARATOR              : Hadirin yang terhormat sekarang kita saksikan bakat-bakat santri Al-Hidayah. Yang pertama kita panggil santri-santri Al-Hidayah dengan lantunan asmaul Husna, beri tepuk tangan yang meriah….
SANTRI-SANTRI   : ( Hafalan asmaul Husna)
NARATOR              : terima kasih untuk penampilannya yang sangat merdu dari Santri-santri Al-Hidayah. selanjutnya penampilan kedua, kita sambut penampilan bahasa inggris oleh Rohman-Rohim dan Malik. Beri aplous yang meriah…..
ROHMAN/HIM    : hadirin yang terhormat, perkenalkan kami saudara kembar Rohman dan Rohim, kami ahli bahasa inggris
MALIK                     : owh baik,,, kalo begitu kita main tebak-tebakan bahasa inggris. opo bahasa inggrisnya pisang
ROHMAN/HIM    : Banana
MALIK                     : lek telo?
ROHMAN/HIM    : Kassava
MALIK                     : lho isoe,,,,
ROHMAN/HIM    : ojo ngenyek … ngene-ngene tau nang london eee…
MALIK                     : wah jelas lama di sana ya…
ROHMAN/HIM    : sedino tok
MALIK                     : MasyaAllah….. wes lanjutkan lagi. Op0 bahasa inggrisnya buku?
ROHMAN/HIM    : Lek onok kata benda, iku kudu ditambahi the,,,jadi bahasa inggrise buku, the buuk
MALIK                     : O…. ngunu ta… Ok. Saiki tak golekno seng anggel dewe. Bahasa inggrisnya ngaji opo?
ROHMAN/HIM    : Ehm, ehm, , , ,theres
MALIK                     : Bahasa Inggrise menyentuh?
ROHMAN/HIM    : the mook
MALIK                     : Nek Mojok-mojok?
ROHMAN/HIM    : The piis
MALIK                     : lek sembunyi?
ROHMAN/HIM    : wes gak kesuwen,,, the liik
MALIK                     : lho..lho…lho… bahasa inggris ko jebus-jebus nderes, ndemek, ndepis
ROHMAN/HIM    : hehehe… yo ngene iki santri Al-Hidayah pinter-pinter
NARATOR              : Tepuk tangan yang meriah, terimakasih-terimakasih. selanjutnya penampilan yang ketiga, pembacaan puisi yang dibacakan ananda Puput, tepuk tangan yang meriahselamat menyaksikan!!!!
PUPUT                    : (MEMBACA PUISI DIIRINGI LANTUNAN KOOR ASMAUL HUSNA)
NARATOR              : Diucapkan terima kasih, itu tadi penampilan-penampilan santri-santri Al-Hidayah. Yang terakhir, adalah pidato sambutan dari kiai kita, KIAI IRAMA. Tapi sebelumnya saya sebagai narator, apabila ada tutur kata yang salah mohon maaf yang sebanyak-banyaknya! Wassalamualaikum wr.wb. Kepada KIAI IRAMA disilahkan.
KIAI IRAMA           : (sambutan/ menutup acara)





Kamis, 23 Februari 2017

pidato



Teks Pidato

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ،َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،أَمَّا بَعْدُ

Dewan  Juri yang kami hormati.
Bapak Ibu Guru yang dirahmati Allah SWT.
Serta teman-teman yang berbahagia.

Marilah kita bersama-sama memuji syukur ke hadirat Allah SWT. yang telah memberikan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya, sehingga pada kesempatan kali ini kita dapat berkumpul di sini dalam keadaan sehat wal afiat.
Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW. yang telah memberikan tuntunan dan ajaran yang bisa kita jadikan pedoman dalam hidup di dunia maupun diakhirat.
Hadirin yang dimulyakan Allah SWT.
Di zaman modern ini, istilah hormat kepada orang tua termasuk guru terkadang tidak diindahkan oleh sebagian anak. Terkait hal tersebut saya tertarik untuk mengangkat sebuah pidato yaitu Menghormati Kedua Orang Tua dan Guru” 
Hadirin yang dimulyakan Allah SWT.
Banyak sekali penjelasan dalam Al-Quran mengenai kewajiban anak terhadap orang tua. Seperti yang tercantum dalam surat Lukman ayat 14 yang berbunyi
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ 


Yang artinya: “Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya Telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, Hanya kepada-Ku kembalimu”.
Teman –teman yang shaleh-shalehah
Dari ayat tersebut sebagian ahli tafsir menjelaskan bahwa manusia haruslah berbakti kepada orang tua lebih-lebih kepada ibu. Mengapa demikian?... sebab seorang ibu berpotensi untuk tidak dihiraukan oleh anak karena kelemahan ibu. Berbeda dengan bapak. Namun teman-temn disisi lain seorang ayahpun patut kita hormati atas kerja keras beliau dalam mencari nafkah, membesarkan, dan mendidik kita. Begitu pula bapak dan ibu guru disekolah, yang megajarkan aneka ilmu sebagai bekal kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.
Hadirin yang saya cintai dan mencintai saya 
Tapi mengapa sampai hai ini masih banyak anak yang tidak hormat kepada orang tua, tidak sedikit anak yang membangkang perintah orangtua dan menyakiti perasaannya. Disuruh beli bumbu masak sama ibu, dengan santai si anak berkata , “sorry ma! Aku lagi BBMan nih sama teman! Udahlah maa… gak pakek bumbu itu juga jadi!. Padahal nih teman-teman, masakannya enakkan untuk kita juga( betul apa betul). Disuruh mijitin ayah karena capek pulang kerja, sang anak dengan enak berkata, “ sorry yah, lagi tanggung nih! Aku lagi facebookan nih sama teman, kalau ayah capek tempel saja tuh koyo yang bisa mijit sendiri kayak di TV!” (naudzu billah). Sampai-sampai teman-teman, sang ayah dan ibu terkadang meneteskan air mata karena ulah negatif sang anak.padahal Abdulloh Bin Umar RA. Berkata.
اِبْكَاءُالْوَالِدَيْنِ مِنَ الْعُقُوقْ
 “membuat orang tua menangis termasuk bentuk kedurhakaan”.
Hadirin yang berbakti kepada orang tua. Ingatlah pesan Rasulullah,bahwa :
“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, dan murka Allah tergantung pada kemurkaan orang tua”.
                Sebagai oleh-oleh teman-teman, sekaligus menjadi kesimpulan dari penyampaian saya, inilah syarat atau tips untuk menjadi anak atau siswa yang berbakti kepada orang tua dan guru.
                Yang pertama, mengutamakan ridha orangtua dari pada diri sendiri, istri, anak,dan seluruh insan. Yang  kedua taatilah orangtua dan guru, selama perintah itu tidak mengandung kemaksiatan. Dan yang ketiga, memberikan orang tua dan guru sesuatu yang mereka sukai sebelum mereka meminta hal tersebut. Namun semua haruslah dengan diiringi kesadaran bahwa kitabelum sempat berbuat apa-apa meskipun harta dan hidup ini diberikan kepada orang tua dan guru.
                Upin ipin makan terasi.
                Saya ucapin terima kasih
                Si lala nonton ipin upin
                Khilaf dan salah mohon dimaafin
                Hadirin. See you next time.we love mom’s, we love dedy. We love teacher.
وَبِاللهِ تَوْفِقِ وَالهِدَايَةِ وَالرِّضَى وَالعِنَايَةِ وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
(Mannul)

Rabu, 22 Februari 2017

puisi



Surya
(Ainul Yaqin)

Tanpamu hari ‘kan gulita
Tiada riang rindu dan dendam
Setiap kutengok silaumu
Membuatku rasa tiadaarti
                Sungguh riang hamba-hamba
                Bisa tersiarkan punggung
                Di sawah ladang
                Biarpun surya tengah di ubun-ubun
Semangat hamba kian tak tergugat


Tahu
(Ainul Yaqin, 26-04-‘09)

Tiada indah wujud
Kotak persegi panjang dan persegi gupil bahkan kriwilan
Namun begitu
Begitu kuterasa harum, gemrincing lisah di kupingku
Rasa hangat di tubuhmu
Rasa gurih nikmat di lidahku
Tahu
Tahu goreng



Rasa
(Ainul Yaqin, 20-04-‘09)

Tak terasa rasa tak merasa
Sekeliling kita kian mati suri
Orang-orang sibukdengan diri mereka sendiri
Hiraukan sesamanya apalagi
Kehormatan jati diri jadi buruan hati
Tempuh cara apapun wujudkan diri
                Wahai pemimpin-pemimpin negeriku
                Bangsa ini tak butuh pemimpin tak berharga diri
                Bagai tikus-tikus rakus tak berperi
                Sungguh hati pilu rasa mati
                Kala tikus-tikus kantor kikis
                Wahai pemimpin negeriku
                Habis kata biaskan perangaimu