Rabu, 22 Februari 2017

puisi



Surya
(Ainul Yaqin)

Tanpamu hari ‘kan gulita
Tiada riang rindu dan dendam
Setiap kutengok silaumu
Membuatku rasa tiadaarti
                Sungguh riang hamba-hamba
                Bisa tersiarkan punggung
                Di sawah ladang
                Biarpun surya tengah di ubun-ubun
Semangat hamba kian tak tergugat


Tahu
(Ainul Yaqin, 26-04-‘09)

Tiada indah wujud
Kotak persegi panjang dan persegi gupil bahkan kriwilan
Namun begitu
Begitu kuterasa harum, gemrincing lisah di kupingku
Rasa hangat di tubuhmu
Rasa gurih nikmat di lidahku
Tahu
Tahu goreng



Rasa
(Ainul Yaqin, 20-04-‘09)

Tak terasa rasa tak merasa
Sekeliling kita kian mati suri
Orang-orang sibukdengan diri mereka sendiri
Hiraukan sesamanya apalagi
Kehormatan jati diri jadi buruan hati
Tempuh cara apapun wujudkan diri
                Wahai pemimpin-pemimpin negeriku
                Bangsa ini tak butuh pemimpin tak berharga diri
                Bagai tikus-tikus rakus tak berperi
                Sungguh hati pilu rasa mati
                Kala tikus-tikus kantor kikis
                Wahai pemimpin negeriku
                Habis kata biaskan perangaimu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar